Skip to content
  • Home
  • About the Blog
  • About the Author
  • Sitemap

Abdur Rosyid's Blog

Just a few notes on mechanical engineering and robotics

Error (Galat) dalam FEA

February 22, 2012 by Abdur Rosyid

Yang dimaksudkan dengan error (galat) adalah penyimpangan nilai dari yang semestinya (true value). Ada beberapa penyebab / sumber terjadinya error dalam Finite Element Analysis (FEA), diantaranya adalah sebagai berikut. Pertama, pemilihan elemen yang tidak tepat. Elemen yang kita pilih harus merepresentasikan permasalahan fisik yang sebenarnya. Jika permasalahan fisik yang kita miliki melibatkan bending load, tetapi kita memilih elemen bar / truss, tentu saja hasil analisa kita tidak akan sesuai dengan kenyataannya, karena elemen bar / truss mengasumsikan tidak ada bending load.

Sumber error yang kedua geometry simplification. Dalam pemodelan, kita seringkali melakukan simplifikasi geometri demi alasan kepraktisan. Simplifikasi ini tidak akan menimbulkan masalah jika tidak memberikan perubahan yang signifikan dari problem yang sebenarnya. Namun jika detail-detail yang kita abaikan itu memberikan perubahan yang berarti, maka pengabaian detail-detail tersebut akan memunculkan error.

Sumber error yang ketiga adalah diskritisasi (meshing). Pada dasarnya, semakin rapat diskritisasi yang kita lakukan akan menghasilkan hasil analisa yang semakin akurat, namun pada saat yang sama akan menguras lebih banyak kemampuan komputer (waktu running yang lebih lama). Namun jika diskritisasi yang kita lakukan terlalu longgar dari yang semestinya, maka gradasi stress tidak akan bisa ditampilkan dengan cukup akurat, dan dari sinilah error terjadi. Sebagai jalan tengahnya, biasanya diskritisasi dilakukan lebih rapat pada wilayah-wilayah dimana stress terkonsentrasi, misalnya pada wilayah-wilayah dimana terjadi perubahan kontur geometri secara drastis, di sekitar lubang, di wilayah support, dan sebagainya.

Sumber error yang keempat adalah tipe analisis, yakni apakah kita melakukan analisa secara statis ataukah dinamis, secara linear ataukah non linear. Jika permasalahan yang sebetulnya dinamis kita analisa hanya secara statis, maka hasil analisa pun tidak akan akurat. Demikian pula, jika permasalahan yang sebetulnya non linear kita analisa hanya secara linear maka hasil analisanya pun tidak akan akurat.

Yang juga sering memunculkan error adalah sistem satuan (unit system), yang meliputi konsistensi satuan dan skala satuan. Yang dimaksudkan dengan konsistensi misalnya adalah, jika kita memberi input Young Modulus dalam Pascal maka gaya harus input dalam Newton dan dimensi dalam meter. Jangan sampai kita memasukkan gaya dalam KiloNewton dan atau dimensi dalam millimeter. Error karena skala satuan misalnya bisa terjadi jika kita memasukkan berat beberapa butir pasir dalam ton, yang nilainya sangat bisa jadi adalah 0.000000000003 ton. Ini persis seperti menimbang 2 gram emas pada jembatan timbang truk!

Post navigation

Previous Post:

Tahapan-tahapan FEA

Next Post:

Elemen-elemen Dasar FEA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • STEM 101
  • Robotics
  • Kinematics
  • Dynamics
  • Control
  • Robot Operating System (ROS)
  • Robot Operating System (ROS2)
  • Software Development
  • Mechanics of Materials
  • Finite Element Analysis
  • Fluid Mechanics
  • Thermodynamics

Recent Posts

  • Pull Request on Github
  • Basics of Git and Github
  • Conda vs Docker
  • A Conda Cheat Sheet
  • Installing NVIDIA GPU Driver on Ubuntu

Archives

  • June 2025
  • July 2021
  • June 2021
  • March 2021
  • September 2020
  • April 2020
  • January 2015
  • April 2014
  • March 2014
  • March 2012
  • February 2012
  • June 2011
  • March 2008
© 2026 Abdur Rosyid's Blog | WordPress Theme by Superbthemes