Dalam kondisi statis, suatu benda memenuhi persyaratan static equilibrium, yaitu sigma gaya = 0, dan sigma momen = 0. Adapun dalam kondisi dinamis, suatu benda memenuhi dua persyaratan yang berbeda, yaitu sigma F = m.a = turunan pertama dari linear momentum, dan sigma momen = (mass moment of inertia) . (angular acceleration) = turunan pertama …
Jika sebuah titik P berputar terhadap suatu sumbu non-inertial (moving) dan mengalami percepatan, maka percepatan linier titik P tersebut terhadap sumbu merupakan penjumlahan dari 4 komponen percepatan yaitu percepatan sumbu non-inertial itu sendiri (terhadap fixed reference frame), percepatan normal P, percepatan tangensial P, dan percepatan coriolis P. Percepatan normal (disebut pula percepatan sentripetal/sentrifugal) mengarah menuju/menjauhi …
Jika kita memiliki sebuah silinder dengan radius R yang diletakkan diatas sebuah lantai, maka gerakan silinder diatas lantai tersebut adalah satu diantara tiga kemungkinan. Pertama, translasi saja. Kedua, menggelinding (rolling) tanpa selip. Ketiga, menggelinding dengan selip, yang tidak lain adalah gabungan antara gerakan pertama (translasi saja) dan gerakan kedua (menggelinding tanpa selip). Pada kasus pertama, …
Kajian dinamika, dan juga statika, biasanya disajikan dalam bentuk matematika vektor. Mengapa demikian? Tentu saja karena besaran-besaran yang dikaji seperti posisi, kecepatan, dan percepatan, disamping memiliki magnitude juga memiliki arah. Demikian pula dalam statika, besaran-besaran seperti deformasi, gaya, dan stress juga memiliki magnitude sekaligus arah. Dalam dinamika (yang meliputi juga kinematika), besaran posisi, kecepatan, dan …