Skip to content
  • Home
  • About the Blog
  • About the Author
  • Sitemap

Abdur Rosyid's Blog

Just a few notes on mechanical engineering and robotics

Siklus Termodinamika

September 20, 2020 by Abdur Rosyid

Dalam termodinamika, siklus berarti serangkaian proses termodinamika yang melibatkan perpindahan panas dan kerja dari dan keluar sistem, dibarengi dengan perubahan tekanan, temperatur, volume, entropi, dan variabel keadaan (state variable) lainnya, dimana pada akhirnya sistem kembali ke keadaan semula. Untuk menggambarkan perubahan variabel-variabel keadaan pada sebuah siklus, biasa digunakan diagram seperti diagram T-s, diagram P-v, dan sebagainya. Suatu proses yang tidak menimbulkan perubahan pada satu variabel keadaan tertentu biasa dinamai dengan istilah-istilah khusus sebagai berikut:

  1. Adiabatik: tidak ada perpindahan panas dari dan ke sistem (Q = 0).
  2. Isothermal: temperatur tetap (T = konstan).
  3. Isobarik: tekanan tetap (P = konstan).
  4. Isokhorik: volume tetap (V = konstan).
  5. Isentropik: entropi tetap (s = konstan).

Secara umum, siklus bisa dibedakan menjadi dua: siklus mesin panas (heat engine cycle) atau lebih sering disebut siklus daya (power cycle) dan siklus pompa panas (heat pump cycle) / siklus refrigerasi (refrigeration cycle). Siklus daya melibatkan perpindahan panas dari dan keluar sistem sehingga menghasilkan kerja (Wout). Sebaliknya, pada siklus pompa panas ataupun refrigerasi, suatu kerja dimasukkan kedalam sistem sehingga perpindahan panas terjadi. Suatu siklus sering disebut ideal jika pada kenyataannya tidak bisa benar-benar diaplikasikan secara persis. Idealisasi tersebut mencakup tidak adanya perpindahan panas ataupun tidak adanya perubahan variabel keadaan tertentu pada suatu proses dalam siklus tersebut.Siklus daya secara umum bisa dibedakan menjadi dua: siklus daya uap (vapor/steam power cycle) dan siklus daya gas (gas power cycle). Untuk masing-masing dari kedua kategori siklus tersebut, terdapat banyak jenis siklus yang bisa dibuat. Siklus daya uap ideal meliputi siklus daya uap Carnot dan siklus Rankine. Siklus daya uap Carnot memiliki efisiensi tertinggi. Hanya saja, siklus daya uap Carnot hampir mustahil diaplikasikan dalam kenyataan. Karena itulah dilakukan modifikasi sehingga muncullah siklus Rankine. Siklus Rankine dipakai pada turbin uap. Untuk meningkatkan efisiensi, bisa ditambahkan proses reheat dan/atau regenerasi pada siklus Rankine.

Adapun siklus daya gas ideal meliputi: siklus daya gas Carnot, siklus Otto, siklus Diesel, siklus ganda (dual cycle), dan siklus Brayton. Siklus daya gas Carnot memiliki efisiensi tertinggi namun hampir mustahil bisa diaplikasikan dalam kenyataan. Siklus Otto dipakai pada mesin-mesin pengapian busi seperti mesin bensin. Siklus Diesel dipakai pada mesin Diesel. Siklus ganda merupakan kombinasi antara siklus Otto dan siklus Diesel. Sedangkan siklus Brayton dipakai pada turbin gas. Untuk meningkatkan efisiensi pada siklus Brayton, bisa ditambahkan reheat, regenerasi, dan/atau intercooling. Disamping itu, turbin gas bisa pula menggunakan siklus Ericsson atau siklus Stirling.

Post navigation

Previous Post:

Hukum Kedua Termodinamika

Next Post:

Pemodelan Benda Fleksibel

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • STEM 101
  • Robotics
  • Kinematics
  • Dynamics
  • Control
  • Robot Operating System (ROS)
  • Robot Operating System (ROS2)
  • Software Development
  • Mechanics of Materials
  • Finite Element Analysis
  • Fluid Mechanics
  • Thermodynamics

Recent Posts

  • Pull Request on Github
  • Basics of Git and Github
  • Conda vs Docker
  • A Conda Cheat Sheet
  • Installing NVIDIA GPU Driver on Ubuntu

Archives

  • June 2025
  • July 2021
  • June 2021
  • March 2021
  • September 2020
  • April 2020
  • January 2015
  • April 2014
  • March 2014
  • March 2012
  • February 2012
  • June 2011
  • March 2008
© 2026 Abdur Rosyid's Blog | WordPress Theme by Superbthemes