Skip to content
  • Home
  • About the Blog
  • About the Author
  • Sitemap

Abdur Rosyid's Blog

Just a few notes on mechanical engineering and robotics

Revisit: Matematika Vektor untuk Dinamika

March 1, 2012 by Abdur Rosyid

Kajian dinamika, dan juga statika, biasanya disajikan dalam bentuk matematika vektor. Mengapa demikian? Tentu saja karena besaran-besaran yang dikaji seperti posisi, kecepatan, dan percepatan, disamping memiliki magnitude juga memiliki arah. Demikian pula dalam statika, besaran-besaran seperti deformasi, gaya, dan stress juga memiliki magnitude sekaligus arah.

Dalam dinamika (yang meliputi juga kinematika), besaran posisi, kecepatan, dan percepatan biasa diuraikan dalam sumbu-sumbu koordinat. Dalam pemodelan 3 dimensi dengan sistem sumbu kartesian, besaran-besaran tersebut diuraikan menjadi komponen x, y, dan z. Dalam pemodelan 2 dimensi, salah satu komponen diabaikan.

Karena besaran-besaran yang dikaji dinyatakan dalam vektor maka operasi matematika yang dilakukan tidak lain adalah operasi vektor. Berikut ini beberapa konsep dalam operasi vektor yang penting dan sering digunakan.

Perkalian Dua Vektor

Perkalian vektor ada 2 macam: dot product dan cross product. Dot product antara vektor A dan vektor B menghasilkan skalar, yakni A.B = |A| |B| cos theta, dimana theta adalah sudut yang dibentuk oleh A dan B. Dot product bersifat komutatif, yakni A.B = B.A. Adapun cross product antara A dan B akan menghasilkan sebuah vektor yang arahnya tegak lurus terhadap bidang yang dibentuk oleh A dan B. Jika A x B = C maka arah C mengikuti kaidah tangan kanan. Magnitude dari C adalah |C| = |A| |B| sin theta. Dan perlu diingat, A x B = – B x A.

Yang juga penting untuk diingat adalah cross product antara dua unit vektor dalam sistem sumbu kartesian. Jika i adalah unit vektor arah x, j adalah unit vektor arah y, dan k adalah unit vektor arah z, maka:

i x j = k

j x k = i

k x i = j

Agar mudah mengingat, kita bisa membayangkannya dengan sebuah lingkaran, yang memiliki tiga titik pada kelilingnya, yaitu secara counter clockwise: i kemudian j kemudian k. Hasil kali dari 2 unit vektor adalah unit vektor berikutnya dalam arah counter clockwise.

Adapun jika melakukan perkalian 2 unit vektor dengan arah clockwise, maka hasilnya adalah unit vektor berikutnya dalam arah clockwise pula, namun arahnya negatif. Dengan demikian:

i x k = – j

k x j = – i

j x i = – k

Kemudian perlu diingat bahwa cross product suatu vektor dengan dirinya sendiri, termasuk cross product suatu unit vektor dengan dirinya sendiri, menghasilkan vektor nol. Dengan demikian:

i x i = 0

j x j = 0

k x k = 0

Turunan Pertama Unit Vektor

Penting pula untuk diingat bahwa turunan pertama sebuah unit vektor (terhadap waktu) adalah hasil cross product antara vektor kecepatan angularnya dan unit vektor itu sendiri. Dengan demikian:

Ini adalah beberapa operasi vektor yang penting dalam dinamika. Selamat ber-dinamika.

Post navigation

Previous Post:

Kasus-kasus Khusus Stress Analysis pada Silinder

Next Post:

Kinematika Silinder Menggelinding

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • STEM 101
  • Robotics
  • Kinematics
  • Dynamics
  • Control
  • Robot Operating System (ROS)
  • Robot Operating System (ROS2)
  • Software Development
  • Mechanics of Materials
  • Finite Element Analysis
  • Fluid Mechanics
  • Thermodynamics

Recent Posts

  • Pull Request on Github
  • Basics of Git and Github
  • Conda vs Docker
  • A Conda Cheat Sheet
  • Installing NVIDIA GPU Driver on Ubuntu

Archives

  • June 2025
  • July 2021
  • June 2021
  • March 2021
  • September 2020
  • April 2020
  • January 2015
  • April 2014
  • March 2014
  • March 2012
  • February 2012
  • June 2011
  • March 2008
© 2026 Abdur Rosyid's Blog | WordPress Theme by Superbthemes