Skip to content
  • Home
  • About the Blog
  • About the Author
  • Sitemap

Abdur Rosyid's Blog

Just a few notes on mechanical engineering and robotics

Cara Menggambar Diagram Geser dan Diagram Momen

September 20, 2020 by Abdur Rosyid

Diagram geser dan diagram momen sangat sering digunakan dalam analisa struktur beam. Diagram geser menggambarkan besarnya gaya geser pada setiap titik sepanjang beam. Adapun diagram momen menggambarkan besarnya momen yang bekerja pada setiap titik sepanjang beam. Kedua diagram tersebut bisa digambar dengan dua cara:

Cara 1: dengan mendefinisikan gaya geser dan momen sebagai fungsi dari posisi titik pada beam (x).

Dengan cara pertama ini, kita harus terlebih dulu mendefinsikan V(x) = f(x) dan M(x) = g(x). perlu dicatat disini bahwa fungsi x bisa konstan, linear, atau kuadratik, atau polinomial orde yang lebih tinggi. Untuk mendapatkan kedua fungsi ini, kita bisa melakukan pemotongan (sectioning) pada beam sejumlah banyaknya variasi pembebanan. Begitu V(x) dan M(x) telah kita dapatkan, kita tinggal memasukkan nilai x yang berbeda-beda dan menggambarkan nilai V(x) dan M(x) yang bersesuain dengan nilai-nilai x tersebut pada diagram geser dan diagram momen.

Kelemahan dari cara ini adalah memerlukan lebih banyak waktu untuk mendefinisikan V(x) dan M(x) terutama jika harus melakukan cukup banyak pemotongan pada beam.

Cara 2: secara grafis.

Menggambar diagram geser dan diagram momen secara grafis umumnya bisa dilakukan lebih cepat. Dalam hal ini, diagram geser langsung digambar berdasarkan besar dan arah gaya-gaya geser yang bekerja pada beam. Begitu diagram geser telah digambar, diagram momen bisa digambar secara mudah dengan memanfaatkan definisi dan sifat-sifat momen:

  1. V = dM/dx dan M = integral (V.dx)
  2. Karena V = dM/dx maka momen optimum akan dicapat jika V = nol.
  3. Karena M = integral (V.dx) maka besarnya momen sama dengan luasan area pada diagram geser.
  4. Karena M = integral (V.dx) maka orde diagram momen selalu 1 tingkat lebih tinggi daripada diagram geser. Karena itu, jika nilai pada diagram geser konstan maka nilai pada diagram momen akan berubah secara linier. Jika nilai pada diagram geser berubah secara linier maka nilai pada diagram momen akan berubah secara kuadratik. Demikian seterusnya.

Post navigation

Previous Post:

Sistem Sumbu dalam Analisa Dinamika

Next Post:

Jenis-jenis Sistem dalam Termodinamika

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • STEM 101
  • Robotics
  • Kinematics
  • Dynamics
  • Control
  • Robot Operating System (ROS)
  • Robot Operating System (ROS2)
  • Software Development
  • Mechanics of Materials
  • Finite Element Analysis
  • Fluid Mechanics
  • Thermodynamics

Recent Posts

  • Pull Request on Github
  • Basics of Git and Github
  • Conda vs Docker
  • A Conda Cheat Sheet
  • Installing NVIDIA GPU Driver on Ubuntu

Archives

  • June 2025
  • July 2021
  • June 2021
  • March 2021
  • September 2020
  • April 2020
  • January 2015
  • April 2014
  • March 2014
  • March 2012
  • February 2012
  • June 2011
  • March 2008
© 2026 Abdur Rosyid's Blog | WordPress Theme by Superbthemes