Elemen-elemen Dasar FEA
Pada dasarnya, elemen-elemen dalam Finite Element Analysis (FEA) bisa dibedakan menjadi 3, yaitu 1D (disebut juga line elements), 2D (disebut juga plane elements), dan 3D. Untuk alasan cost, sebisa mungkin pemodelan FEA bisa dilakukan dengan elemen yang sesederhana mungkin. Jika elemen-elemen 1D sudah mencukupi, maka tidak perlu elemen-elemen 2D. Demikian pula, jika 2D sudah cukup, tidak perlu 3D. Tentu saja, problem yang sebetulnya cukup dimodelkan dengan elemen-elemen 1D bisa dimodelkan dengan 2D atau 3D. Demikian pula problem yang sebetulnya cukup dimodelkan dengan elemen-elemen 2D bisa dimodelkan dengan 2D. Namun cost akan lebih besar untuk hasil yang tidak berbeda.
Untuk kasus struktur, elemen-elemen penting 1D adalah spring element, truss element (disebut juga bar element), dan beam element. Spring element hanya memiliki satu sifat yaitu stiffness k, dengan mengabaikan apapun bahannya, berapapun dimensinya, dan bagaimanapun kontur geometrinya. Oleh karena itu, dengan menggunakan spring element, kita tidak akan pernah mendapatkan nilai stress karena memang tidak ada luasan yang diperhitungkan. Besaran yang ada hanyalah gaya F dan displacement d. (more…)









Sekarang mari kita berbicara tentang beberapa bidang yang menjadi subordinasi mechanical engineering. Berbicara masalah ini, sebetulnya tidak ada pembagian yang paten atas mechanical engineering: tidak ada ketentuan baku mengenai mechanical engineering itu dibagi menjadi berapa dan apa saja. Akan tetapi disini saya akan memaparkan secara sangat singkat pembagian yang biasa dilakukan di dunia pendidikan, yakni di Departemen Teknik Mesin perguruan-perguruan tinggi di Indonesia. Dalam hal ini, mechanical engineering biasa dibagi menjadi: 1) desain, 2) konversi energi, 3) produksi atau manufaktur, dan 4) metalurgi (ilmu logam).