Skip to content
  • Home
  • About the Blog
  • About the Author
  • Sitemap

Abdur Rosyid's Blog

Just a few notes on mechanical engineering and robotics

Pengantar Kinetika 3D

September 20, 2020 by Abdur Rosyid

Dalam kondisi statis, suatu benda memenuhi persyaratan static equilibrium, yaitu sigma gaya = 0, dan sigma momen = 0. Adapun dalam kondisi dinamis, suatu benda memenuhi dua persyaratan yang berbeda, yaitu sigma F = m.a = turunan pertama dari linear momentum, dan sigma momen = (mass moment of inertia) . (angular acceleration) = turunan pertama dari angular momentum.

Sebagaimana kita lihat diatas, sigma gaya (F) bisa dinyatakan dalam salah satu dari dua persamaan. Pertama, sigma F = m.a. Kedua, sigma F = turunan pertama dari linear momentum. Secara analogis, sigma momen (M) juga bisa dinyatakan dengan salah satu dari dua persamaan. Pertama, sigma M = (mass moment of inertia) . (angular acceleration). Kedua, sigma M = turunan pertama dari angular momentum.

Linear momentum (G) dirumuskan sebagai G = m.v. Adapun angular momentum (H) dirumuskan sebagai hasil cross product vektor posisi dengan vektor linear momentum yang bekerja padanya, atau H = r x G. Rumusan ini analog dengan rumusan momen yaitu hasil kali lengan dengan gaya yang bekerja.

Dalam kasus 3D, semua vektor (posisi, kecepatan, percepatan, gaya, momen, momentum) diuraikan dalam 3 komponen, sesuai dengan sistem sumbu koordinat yang dipakai. Dalam sistem sumbu kartesian, vektor-vektor diuraikan dalam komponen x, y, dan z. Adapun dalam kasus 2D (planar), salah satu dimensi diabaikan, sehingga hanya tersisa 2 dimensi, misalnya x dan y saja.

Setiap benda memiliki mass moment of inertia, yang nilainya tergantung pada massa, bentuk, dan dimensi benda tersebut. Mass moment of inertia dalam ruang 3D ada 6 macam yaitu Ixx, Iyy, Izz, Ixy, Ixz, dan Iyz. Tiga yang terakhir disebut sebagai product mass moment of inertia. Jika pusat sistem sumbu diletakkan berimpit dengan pusat massa dari sebuah benda, maka product mass moment of inertia dari benda tersebut adalah nol, dan sistem sumbu tersebut disebut sebagai principal axis.

Dalam statika, kita menggunakan area moment of inertia, sedangkan dalam dinamika kita menggunakan mass moment of inertia. Bedanya, area moment of inertia hanya bergantung pada bentuk dan dimensi saja, sedangkan mass moment of inertia tidak hanya bergantung pada bentuk dan dimensi tetapi juga massa.

Post navigation

Previous Post:

Percepatan, Gaya, dan Efek Coriolis

Next Post:

Fluida dan Sifat-sifatnya

0 Commments

  1. zaenal says:
    December 13, 2012 at 9:01 am

    waduh rak mudeng gan… rumit.. hehe…

    Reply

Leave a Reply to zaenal Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • STEM 101
  • Robotics
  • Kinematics
  • Dynamics
  • Control
  • Robot Operating System (ROS)
  • Robot Operating System (ROS2)
  • Software Development
  • Mechanics of Materials
  • Finite Element Analysis
  • Fluid Mechanics
  • Thermodynamics

Recent Posts

  • Pull Request on Github
  • Basics of Git and Github
  • Conda vs Docker
  • A Conda Cheat Sheet
  • Installing NVIDIA GPU Driver on Ubuntu

Archives

  • June 2025
  • July 2021
  • June 2021
  • March 2021
  • September 2020
  • April 2020
  • January 2015
  • April 2014
  • March 2014
  • March 2012
  • February 2012
  • June 2011
  • March 2008
© 2026 Abdur Rosyid's Blog | WordPress Theme by Superbthemes