Revisit: Matematika Vektor untuk Dinamika
Kajian dinamika, dan juga statika, biasanya disajikan dalam bentuk matematika vektor. Mengapa demikian? Tentu saja karena besaran-besaran yang dikaji seperti posisi, kecepatan, dan percepatan, disamping memiliki magnitude juga memiliki arah. Demikian pula dalam statika, besaran-besaran seperti deformasi, gaya, dan stress juga memiliki magnitude sekaligus arah.
Dalam dinamika (yang meliputi juga kinematika), besaran posisi, kecepatan, dan percepatan biasa diuraikan dalam sumbu-sumbu koordinat. Dalam pemodelan 3 dimensi dengan sistem sumbu kartesian, besaran-besaran tersebut diuraikan menjadi komponen x, y, dan z. Dalam pemodelan 2 dimensi, salah satu komponen diabaikan.
Karena besaran-besaran yang dikaji dinyatakan dalam vektor maka operasi matematika yang dilakukan tidak lain adalah operasi vektor. Berikut ini beberapa konsep dalam operasi vektor yang penting dan sering digunakan.
Perkalian Dua Vektor
Perkalian vektor ada 2 macam: dot product dan cross product. Dot product antara vektor A dan vektor B menghasilkan skalar, yakni A.B = |A| |B| cos theta, dimana theta adalah sudut yang dibentuk oleh A dan B. Dot product bersifat komutatif, yakni A.B = B.A. Adapun cross product antara A dan B akan menghasilkan sebuah vektor yang arahnya tegak lurus terhadap bidang yang dibentuk oleh A dan B. Jika A x B = C maka arah C mengikuti kaidah tangan kanan. Magnitude dari C adalah |C| = |A| |B| sin theta. Dan perlu diingat, A x B = – B x A. (more…)





